Di balik gagahnya seorang satria, pasti ada sosok guru yang mendidik dan melatih nya dengan sabar dan gigih. Seperti itulah kiranya Shalahuddin Al-Ayyubi dan Nuruddin Zanki. Banyak ilmu pengetahuan, keterampilan, dan ketangkasan milik Salahuddin Al-Ayyubi yang diwariskan dari Nuruddin Zanki. Selain itu, Shalahuddin Al-Ayyubi pun mewarisi cita-cita dari gurunya, selain dari orangtuanya, untuk me…
Setelah ditunjuk menjadi gubernur Mesir, Shalahuddin memantau langsung kehidupan masyarakata Mesir. Pendidikan dan perekonomian menjadi fokus utama Shalahuddin. Ia selalu khawatir, Allah akan menuntutnya kelak sebagai pemimpin yang zhalim. Akan tetapi, di tengah kesibukannya itu, Shalahuddin juga harus menyiapkan rencana dalam menghadapi kemungkinan penyerangan besar dari musuh Islam. Pasukan …
"Bendera perang dibawa oleh Zaid, lalu ia berperang hingga syahid. Kemudian bendera diambil oleh Ja'far, dan ia berperang hingga syahid. Setelah itu,bendera perang dibawa oleh pedang di antara pedang-pedangnya Allah (saifullah-yakni Khalid bin Walid-) hingga Allah memenangkan kaum muslimin." Khalid mengisahkan dahsyatnya Perang Mu'tah dengan mengatakan,"Sembilan pedang di tanganku telah patah.…
Pasukan muslim yang dipimpin Asaduddin Syirkuh berhasil masuk ke gerbang Kerajaan Fathimiyyah. Ibnu Ash-Shawar lah yang membukakan pintu gerbang itu. Ternyata, di balik perbuatannya, Ibnu Ash-Shawar memiliki rencana tersembunyi dengan mengizinkan pasukan muslim masuk ke wilayahnya. Peristiwa demi peristiwa pun terjadi. Asaduddin Syirkuh ditunjuk menjadi gubernur di kota itu. Tentu saja hal ini…
Imaduddin Zanki adalah anak dari Aq Sunqur Al-Hajib, gubernur Aleppo, Syam, yang sangat bijaksana dan selalu menjaga shalatnya. Ia adalah peletak pondasi semangat pembebasan Al-Aqsha. Imaduddin Zanki besar tanpa kehadiran penuh ayahnya. Sang Ayah wafat terbunuh dalam carut-marut dan kotornya kepemimpinan kaum Muslimin yang lemah pada saat itu. Ia bahkan tumbuh dalam pelarian, demi menyelamatka…